pencetus teori personality (THE HISTORY)

Standar

Hiprocrates (460-370 S.M.) dikenal sebagai orang yg mempopulerkan model personality 4 macam ini untuk pertama kalinya. Dalam keterangannya, kesehatan dan karakter 0rang didasarkan atas keseimbangan empat jenis cairan tubuh; darah merah, phlegm (respiratory secretions), yellow bile / empedu kuning dan black bile / empedu hitam. Setiap temparemen merupakan hasil atau akibat dari jumlah satu cairan tubuh tersebut yang lebih banyak ketimbang yang lain. Cairan 2 tersebut mempengaruhi sifat dengan nama :

• • Predominan darah merah ketimbang yg lain menghasilkan tubuh yg bersifat sanguine.
• • Predominan empedu kuning menyebakan tubuh yg bersifat koleris.
• • Predominan empedu hitam menyebabkan tubuh yg bersifat melankolis
• • Predominan cairan pernafasan menyebabkan tubuh yang bersifat phlegmatis
Personality Plus dalam Islam

Adalah Ibnu Sina (980-1037) – seorang dokter sejak 16 tahun, yg juga adalah pionir di bidang pengobatan psikofisiologi dan psikosomatik – yang mengembangkan teori Hippocrates meliputi aspek emosional, kapasitas mental, perilaku moral, self-awareness, pergerakan dan juga mimpi. Ilmuwan yg memiliki prinsip “I prefer a short life with width to a narrow one with length” ini menuliskan semisal dalam bukunya yang termasyhur The Canon of Medicine. Buku itu adalah yang menjadikan Ibnu Sina disebut sbg pencetus pertama teori psikoanalisa abad 20.

Dalam Al Qur’an, Tuhan mendeskripsikan manusia sbg yg tercipta dari :
– air (As Sajdah; 32:8) yang memiliki sifat dingin & basah;
– bumi (Al Imron; 3:59) yang memiliki sifat dingin dan kering;
– tanah liat mentah (raw clay) (Al A’raaf; 7:12), yang memiliki sifat panas & basah; dan juga
– tanah kering spt tembikar (sounding clay) (55:14), yang memiliki sifat panas dan kering.

Meskipun Allah telah menciptakan setiap manusia dengan keempat elemen tersebut, namun hasil penelitian para praktisi kesehatan menunjukkan bahwa setiap orang biasanya memiliki satu elemen dominan. Istilah panas dan dingin ini kemudian juga banyak ditemukan di hadits dalam konteks penyebutan sifat makanan. Segala informasi ini kemudian dijadikan dasar bagi ilmuwan muslim seperti Ibnu Sina untuk mengembangkan ilmu kesehatan berbasis keunikan temparemen.

Secara mendasar, Ibnu Sina menggolongkan tipe temparemen menjadi empat:
• Sanguinis yang dicirikan oleh sifat panas & lembab (hot & moist)
• Koleris yang dicirikan oleh sifat panas & kering (hot & dry)
• Melankolis yang dicirikan oleh sifat dingin & kering (cold & dry)
• Phlegmatis yang dicirikan oleh sifat dingin & lembab (cold & moist)

Dalam perkembangannya, Ibnu Sina lalu menggambarkannya menadi 4 elemen Tanah, Api, Air, dan Udara.
• Sanguinis – Elemen Udara
• Koleris – Elemen Api
• Melankolis – Elemen Bumi
• Phlegmatis – Elemen Air

Lebih jauh lagi, Ibnu sina juga memaparkan tentang sifat2 tersebut yang di pengaruhi oleh musim :
• Sanguinis – Spring / musim semi
• Koleris – Summer / musim panas
• Melankolis – Autumn / musim gugur
• Phlegmatis – Winter / musim dingin

Ilmuwan muslim lain yang menggunakan teori temparemen ini adalah Abu Bakar Muhammad Zakariyya Al Razi (865 SM), Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (1292), dan juga Al Jalalu’d-Din Abdur Rahman Ibnu Bakar as-Suyuti (1445). Kesemuanya berbicara banyak tentang temparemen dan bagaimana para praktisi bisa menyembuhkan mereka yang sakit dg menyeimbangkan temparemen.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW sendiri model pengobatan berbasis temparemen juga populer dilakukan. Metode pengobatan yg disebut di hadits seperti bekam/cupping juga disebut sebagai metode untuk mengembalikan keseimbangan berbasis model tempramen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s