Membaca

Standar

pernah dengar kata iqro’??? arti bahasa nya adalah membaca.
kata ini muncul dari pedalaman kota mekkah yang masih kuno dan primitif.
bisa di terima kalo orang lebih tahu dan memahami itu dengan membaca.
dan membaca itu sendiri ga hanya dari sebuah buku,,
tapi juga dari keadaan di sekitar kita.
everythings surround are the material to be known as knowledgement and experience.
walo pun mungkin sekarang buku bisa begitu banyak di dapat dengan berbagai format, dan pengalaman dari belahan bumi manapun bisa kita kutip juga………

Orang yang kurang suka membaca bisa diibaratkan seperti seorang yang menebang kayu dengan kapak yang terus menebang tanpa pernah berhenti mengasah alatnya. Lama-kelamaan kapaknya akan menjadi tumpul sehingga penebang tersebut harus bekerja sangat keras untuk menebang kayu.

Tidak hanya itu, hasil yang dicapai oleh penebang yang tidak bijak inipun minimal. Sedangkan orang yang gemar membaca bisa kita ibaratkan penebang yang rajin mengasah kapaknya agar tetap tajam.
Penebang bijak ini hanya perlu sedikit tenaga untuk menebang pohon dan hasilnya pun maksimal.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari membaca, janganlah hanya membaca, melainkan juga berusaha memanfaatkan berbagai informasi dan pengetahuan yang didapat dari membaca.

Karena itu, bagi mereka yang bisa memetik manfaat dari membaca, maka betapa pun sibuknya, mereka
tetap menyediakan waktu untuk membaca. Setiap pembaca yang baik akan selalu bisa memetik berbagai manfaat atau buah dari membaca. Inilah kebenaran tentang membaca yang sangat penting diketahui oleh setiap orang.

membaca adalah sarana belajar termudah dan belajar itu sendiri punya faktor-faktor pendukung lho agar dapat manfaatnya,,,ngutip dari buku “seven habits of highly effective people”nya pak covey,,,are:

Tiga Faktor Penting Meningkatkan Kemampuan Belajar:

1. pertama adalah pola pikir dan sikap (mindset and attitude) kita terhadap belajar.

Kita harus memiliki hasrat (desire) dan kecintaan (passion) yang dalam terhadap
nilai-nilai untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Belajar tidak hanya
sekedar melalui pendidikan formal semata, tetapi dalam setiap aspek kehidupan
kita harus senantiasa mengembangkan sikap belajar. Sikap mau membaca, mendengar,
mau mengerti dan mau belajar dari orang lain merupakan sikap yang perlu
senantiasa dikembangkan jika kita ingin memperbaiki diri ataupun gagasan kita.

2. Faktor kedua dalam meningkatkan ketrampilan untuk belajar

adalah kemampuan kita untuk mendayagunakan kekuatan pikiran kita (terutama pikiran bawah sadar �?”
subconscious mind) untuk mempercepat proses belajar (accelerated learning).
Pikiran bawah sadar merupakan kekuatan yang luar biasa jika kita dapat
mengoptimalkan potensinya. Seringkali kita melupakan bahwa anugerah yang
terindah dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita adalah kemampuan pikiran
kita. Hal inilah yang membedakan kita dengan ciptaanNya yang lain.

Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengembangkan ketrampilan untuk belajar
adalah dengan banyak membaca. Meluangkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk
membaca buku merupakan kebiasaan yang baik bagi kita untuk mulai mengembangkan
diri kita.

Banyak sekali metoda untuk meningkatkan kecepatan membaca (speed reading) maupun
pemahaman (comprehension) terhadap isi dari suatu buku. Ketrampilan inilah yang
amat kita perlukan untuk meningkatkan daya serap dan kecepatan kita dalam
membaca sebuah buku. Selain membaca, meningkatkan kemampuan dapat diperoleh
melalui seminar, pelatihan maupun mendengarkan kaset-kaset motivasi.

3. Faktor ketiga dalam meningkatkan kemampuan belajar kita

adalah disiplin diri dan kegigihan (self discipline and persistence).
Tanpa kedua hal ini maka belajar hanyalah kegiatan yang sifatnya tergantung
suasana hati (mood) dan kita tidak dapat mencapai keunggulan (excelence) hanya
dengan belajar setengah hati. Sudah saatnya kita mengubah kebiasaan-kebiasaan
kita.
Ada pepatah yang mengatakan “Your Habits will Determine Your Future. Miliki
kebiasaan belajar, dan mulai langkah pertama anda. Proses mengubah kebiasaan
sangat ditentukan oleh kedisiplinan diri dan kegigihan kita, sehingga setelah
melakukannya dalam periode waktu tertentu, hal tersebut tidak lagi menjadi beban
tetapi telah menjadi kebutuhan. Jika pada awalnya sulit melakukan tetapi setelah
itu anda jadi terbiasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s